Senin, 19 Maret 2018

Ilmu budaya dasar


NARASI DIRI
Nama saya Muhammad Iqbal umur saya sekarang 18 tahun. saya anak pertama dari 3 bersaudara. Saya terlahir di Bogor dan kedua orang tua saya berasal dari bogor. Hobi saya bermain bola, sering juga beberapa kali ikut tournament, alhamdulilahnya saya biasa juara.
Saya kuliah di Universitas Gunadarma dan saya memilih jurusan Sistem Informasi, disana tidak ada ospek ,tetapi adanya ppsppt ya tidak beda jauh sih acaranya hehe. Acara itu masa masa perkenalan, singkat cerita kuliah pun telah tiba, saya mendapatkan kelas 1ka25, pada saat masuk kelas itu saya bertemu dengan teman saya waktu perkenalan di ppsppt yaitu rauf, orangnya gokil abisssss, konyol parah bisa dibilang urat malunya udah putus hehe. Dan seterusnya kita sudah berteman sekelas kita juga pernah touring ke puncak ya walaupun tidak semuanya ikut, tapi itu sangat seru ya bias di bilang KAMPRET THE MOMENT. Singkat cerita kita sudah melalui semester1, dan di Semester2 ada fosc dari kegiatan bem fikti, semacam lomba sejurusan, kita tuh harus mengembangkan budaya kita dari dulu yaitu sepakbola ya walaupun bukan budaya budaya adat, tapi itu sudah tradisi. Kita sempat menang jadi juara grup dan mewakilkan satu satunya tingkat 1 yang lolos ke delapan besar. Kelas kita pun banyak yang saluting karena masih tingkat satu saja sudah bias bermain bagus, tapi saying kelas saya harus kalah beradu penalty dan akhirnya gagal mewakili domisili kalimalang untuk bermain di depok.




Puisi Kegelisahan
Entah apa yang aku cari
Hati ini terus saja mencoba menemukan
Meski pikiranku tak lagi mencoba tuk mengingat
Tapi hati ini masih saja terus menjebakku
Dalam kenangan
Masa dimana beban hanyalah diri sendiri
Menikmati waktu dan petualangan
Mengejar kesenangan
Tanpa perduli ada yg tersakiti
Jiwaku memberontak...
Jiwaku resah...
Jiwaku gelisah...
Jiwaku lelah....
Berlabuh sudah...
Meski Ombak masih mengguncang buritan kapal
Tapi disinilah aku sekarang
Meski jiwaku masih belum juga tenang...





 Biografi Ricardo Kaka



Ricardo Kaká
Kaka portrait, February 2009.jpg
Kaká di 2009
Informasi pribadi
Nama lengkap
Ricardo Izecson dos Santos Leite
Tanggal lahir
22 April 1982 (umur 35)[1]
Tempat lahir
GamaFD, Brasil
Tinggi
186 m (610 ft 3 in)[2]
Posisi bermain
Informasi klub
Klub saat ini
Nomor
10
Karier junior
1994–2000
Karier senior*
Tahun
Tim
Tampil
(Gol)
2001–2003
59
(23)
2003–2009
193
(70)
2009–2013
85
(23)
2013–2014
30
(7)
2014–
28
(9)
2014
→ São Paulo (pinjaman)
19
(2)
Tim nasional
2001
Brazil U20
5
(1)
2002–
87
(29)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 10 November 2013.

‡ Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 23:44, 26 Maret 2013 (UTC)
Ricardo Izecson dos Santos Leite (lahir di GamaFDBrasil22 April 1982; umur 35 tahun), lebih dikenal dengan nama Kaká atau Ricardo Kakà,[3][4][5] adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil yang kini membela klub Orlando City SC.[6][7]Kaká memulai karier sepak bolanya pada usia delapan, ketika ia mulai bermain untuk sebuah klub lokal. Pada saat itu, ia juga bermain tenis,[8] dan itu tidak sampai ia pindah ke São Paulo FC dan menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan klub pada usia 15 ia memilih untuk fokus pada sepak bola.
Pada tahun 2003 ia bergabung dengan Milan dengan biaya sebesar € 8,5 juta. Sementara di Milan, Kaká memenangkan Ballon d'Or dan FIFA World Player of the Year penghargaan pada tahun 2007. Setelah sukses dengan Milan, Kaká bergabung dengan Real Madrid dengan biaya transfer € 65.000.000, rekor kedua dari Zinedine Zidane, € 75 juta. Kemudian ditransfer Real Madrid Cristiano Ronaldo dengan bayaran € 96.000.000, membuat rekor biaya transfer baru, membuat biaya Kaká tertinggi ketiga yang pernah direkrut. Selain kontribusi di lapangan, Kaká dikenal untuk pekerjaan kemanusiaannya. Pada tahun 2004, pada saat pengangkatannya, ia menjadi duta besar termuda dari Program Pangan Dunia PBB.[9] Kaká adalah atlet pertama yang mengumpulkan 10 juta pengikut di Twitter.[10]
Kaká menikah dengan Caroline Celico pada 23 Desember 2005 di sebuah gereja di São Paulo, Brasil.
Bulan Oktober 2017, Kaka memutuskan gantung sepatu setelah pertandingan terakhirnya bersama Orlando City, yang ditutup dengan kekalahan atas Columbus Crew dengan skor 0-1.



Jumat, 10 November 2017

MASALAH REMAJA DAN CARA MENANGGANINYA



MASALAH KENAKALAN REMAJA DAN CARA MENANGGANINYA

A.Latar Belakang 

Remaja adalah masa di mana seorang individu mengalami peralihan dari masa anak-anak menuju ke dewasa. Sebelum dewasa individu akan mengalami masa dimana terjadi peralihan untuk benar-benar mematangkan dirinya menuju masa dewasa. Dewasa ini masa remaja di sebut-sebut masa yang paling rawan dihadapi individu sebagai anak. Dari yang tadinya anak-anak mereka mengalami perkembangan secara fisik maupun psikis dengan  beberapa perubahan. Orang tua yang memiliki anak tentu akan menghadapi hal ini di kala membesarkan anak mereka, anak yang beranjak remaja akan mengalami perubahan sesuai dengan pertumbuhan norma seorang anak. Kaitannya masa remaja disebut sebagai masa yang rawan adalah ancaman
yang mengintai anak yang beranjak remaja yaitu „kenakalan remaja‟.
Kenakalan tadi bisa disebut sebuah penyimpangan yang dilakukan oleh anak remaja yang mengakibatkan masalah dalam masyarakat. Penyebab dari kenakalan remaja tidak hanya satu ataupu dua penyebab saja, pada dasarnya remaja akan membentuk suatu kelompok sendiri, yang memiliki kesamaan tertentu yang pada akhirnya akan menjadi identitas. Remaja berusaha untuk melepaskan diri dari milieu orang tua dengan maksud untuk menemukan dirinya, dan prosesntersebut dikatakan sebagai proses mencari identitas ego. Hal tadilah yang mendasari kenakalan remaja terjadi dalam masyarakat.
Pada bahasan kali ini penulis memilih permasalah „kenakalan remaja‟
untuk dibahas dan dikaji lebih dalam kaitanya dengan masyarakat dan hubungannya dengan keluarga. Dalam mengkaji penulis akan memaparkan
apa yang menjadi penyebab kenakalan remaja yang berkaitan dengan keluargan dan masyarakat, lalu menganilisnya dengan paradigma sosiologi yang relevan, dan yang terakhir adalah memberikan solusi apa yang harus dilakukan untuk menanggulangi masalah kenakalan remaja.






B. ANALISIS 

A.Kenakalan Remaja
Kartini Kartono mengatakan remaja yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Mereka menderita cacat mental disebabkan oleh  pengaruh sosial yang ada ditengah masyarakat, sehingga perilaku mereka
dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan disebut “kenakalan”.
Kasus-kasus yang terjadi pada dewasa ini oleh para remaja rata-rata kasus yang menyangkut pada tindakan penyimpangan moral. Kasus yang paling sederhana seperti bolos sekolah, lebih jauh lagi adalah kasus pembunuhan. Walaupun kasus yang sederhana lebih banyak dilakukan dan kasus yang besar tidak terlalu namun justru kasus-kasuk yang sederhana tadi yang bisa  berdampak pada masyarakat dan keluarga. Sebagai contoh remaja yang membolos tanpa sepengetahuan dari keluarga atau orang tua akan melakukan tindakan yang menyimpang di luar sekolah karena merasa bebas dan tidak diatur, penyimpangan yang sederhana ini bisa jadi penyimpangan yang lebih  besar jika dilakukan terus-menerus. Remaja yang membolos akhirnya menghabiskan waktu membolosnya dengan pergi ke warnet untuk mengakses situs porno dan terpengaruh dengan apa yang dilihatnya sehingga remaja tadi melakukan tindakan yang melanggar norma asusila yang berujung pada  perbuatan pemerkosaan. Itu bisa terjadi jika penyimpangan sederhana di abaikan begitu saja. Pada masa remaja, remaja cenderung lebih senang berkumpul diluar rumah, lebih sering membantah orang tua, ingin menonjolkan diri dan kurang  pertimbangan. Di usian ini, remaja biasanya mudah terpengaruh lingkungan Dapat dikatakan inilah yang melandasi terjadinya kenakalan remaja secara  psikologis. Jika di biarkan berlarut-larut maka kenakalan remaja bisa menjadi  permasalahan yang kompleks di masyarakat yang berujung menjadi penyakit sosial.

B.Faktor Penyebab Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja bukan semata-mata di akibatkan oleh kondisi dari remaja yang seharusnya dihadapi. Ada beberapa remaja yang dapat melalui masa remaja dengan baik dan lancar tanpa melakukan penyimpangan yang dianggap sebagai masalah sosial. Hal itu menandakan bahwa kenakalan remaja juga dipengaruhi faktor-faktor tertentu baik eksternal maupun internal. Penulis mencoba memaparkan faktor penyebab secara lengkap.
 Faktor internal:
Krisis identitas Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
Kontrol diri yang lemah Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku „nakal‟. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
 Faktor eksternal:
Keluarga Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif  pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
Komunitas/lingkungan/sekolah/ tempat tinggal yang kurang baik


C.Solusi Penangganan Permasalahan Kenakalan Remaja
Masalah sosial yang terjadi di masyarakat memang dapat mengakibatkan permasalahan yang berdampak dalam masyarakat sendiri. Meski seperti itu namun permasalahan yang terjadi pastilah terdapat solusi yang dapat menanggulangi permasalahan, meski tidak secara keseluruhan namun paling tidak dapat menguranginya. Untuk permasalahan kenakalan remaja maka penulis memaparkan penanggulangannya dari segi sosiologi agar lebih relevan dengan makalah untuk pemenuhan tugas sosiologi keluarga. Dari segi sosiologis ini juga masih di bagi menjadi tiga yaitu keadaan keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat akan dijelaskan secara rinci untuk keadaan keluarga dan untuk lingkungan sekolah dan masyarakat secara singkat.
1.       Keadaan Keluarga
a.       Keluarga yang harmonis sangat menentukan untuk menciptakan lingkungan yang baik dalam suasana kekeluargaan dan menjadi pusat ketenangan hidup
b.       Keluarga berfungsi sebagai pusat kehidupan dan kebudayaan. Untuk mencapai tujuan itu perlua diusahakan/dilakukan:
1.       Memberi tugas yang sesuai dengan kemampuan anak
2.       Mendorong minat anak untuk mengembangkan bakat
3.       Menciptakan suasana yang edukatif, yaitu dengan membiasakan anak sejak kecil untuk membaca buku- buku yang bermutu, dan perlu mengontrol bacaan- bacaan yang dapat merugikan perkembangan jiwa.
4.       Agar tidak terjerumus dalam “kesibukan” atau  rutinisme perlu dibuat jadwal untuk acara keluarga
5.       Menanamkan nilai-nilai religius, misalnya ibadah keluarga setiap hari sebagai santapan rohani
6.       Memberikan bimbingan sebagai: Usaha untuk menemukan, menganalisa, dan memecahkan kesulitan yang dihadapi anak dalam hidupnya

2.       Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah seharusnya juga dapat berkontribusi untuk  penanggulangan kenakalan remaja dengan menciptakan suasana  belajar yang dapat memicu kreatifitas dari murid-murid secara lebih sehingga potensi remaja dalam melakukan penyimpangan dapat tercegah dengan kegiatan yang lebih bermanfaat di sekolah. Lebih lanjut sekolah pun juga berkoordinasi dengan orang tua murid untuk saling memantau apa yang dilakukan murid sehingga  jika ada indikasi penyimpangan akan cepat tertangani.
3.       Lingkungan Masyarakat
Untuk masyarakat walaupun di masa era postmodern ini, fungsi masyarakat terganggu oleh budaya individualis, namun meski  begitu masyarakat perlu lah tetap disosialisasikan untuk kemungkinan-kemungkinan yang tidak terduga. Sehingga masyarakat perlu bertindak pengawasan dan tindakan yang tegas  jika memang diperlukan untuk dapat mencegah adanya kenakalan remaja,

C.Kesimpulan

Remaja adalah masa di mana seseorang mengalami peralihan dari masa anak-anak menuju ke dewasa. Kaitannya masa remaja disebut sebagai masa yang rawan adalah ancaman yang mengintai anak yang beranjak remaja yaitu “kenakalan remaja‟. Kenakalan tadi bisa disebut sebuah penyimpangan yang dilakukan oleh anak remaja yang mengakibatkan masalah dalam masyarakat. Kenakalan remaja di sebabkan oleh dua hal utama yaitu faktor internal psikologis dari remaja dan juga faktor eksternal kondisi sosiologis atau lebih kepada lingkungan.  Penanggulanga kenakalan remaja dapat dilakukan dari segi sosiologis yaitu dengan tiga hal utama yang harus diperhatikan keadaan keluarga, lingkungan sekolah dan masyaraka.

FAKTOR FAKTOR YANG MENJADIKAN PESAT PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI

1. Faktor Sosial       Triandis (1980) mendefinisikan faktor sosial sebagai internalisasi individu dari referensi kelompok budaya subyektif ...